Disini saya mau menerangkan beberapa tentang softskill yang saya ketahui.
Kemampuan manusia itu dibagi menjadi 2 hal yaitu, Hard skill dan Soft skill. Untuk hard skill lebih mengutamakan keahlian, kekuatan atau kecerdasaan intelektual seseorang. Lain halnya softskill, softskill merupakan kemampuan seseorang dalam kecerdasaan emosional dan sosial. Softskill sangatlah penting dalam diri seseorang, karena softskill dapat melengkapi hardskill seseorang yang sudah di miliki. Softskill lebih mengedepankan karakter pribadi yang dimiliki seseorang seperti keterampilan, cara bergaul, cara berbicara, efektivitas pribadi, dapat mengontrol emosi dan yang paling penting adalah mempunyai etika dimanapun dan kapanpun. Berbeda halnya dengan hard skill yang lebih mengutamakan dalam hal menyerap ilmu dan mengerjakan tugas sebisa mungkin.
Softskill merupakan hal yang paling terpenting dalam diri manusia, tanpa adanya softskill dalam diri seseorang maka orang itu pun tidak akan mempunyai etika yang dapat menimbulkan pandangan buruk di likungan masyarakat. Dengan mempunyai softskill kita dapat membuat hard skill kita semakin bagus dan rapih, berbeda dengan jika kita mempunyai hard skill yang tinggi tetapi softskill kita rendah, maka kemungkinan hard skill kita pun akan berantakan dan tidak teratur.
Saya beri contoh seperti para pejabat di pemerintahan negara kita ini. Struktur pemerintahan sekarang sudah semakin transparan dengan banyak media yang meliput. Kita bisa tahu dengan cepat pejabat atau aparat negara mana saja yang melakukan pelanggaran hukum. Sudah kita ketahui banyak beberapa pejabat yang menjadi seorang koruptor. Dapat dilihat mereka adalah seseorang yang memiliki intelektual tinggi, pendidikan yang tinggi dan pasti kecerdasaan yang hebat pula, tapi dengan hanya memiliki intelektual saja ternyata tidak cukup bagi seseorang untuk menahan godaan dari uang yang milyaran ataupun trilyunan. Pejabat yang hanya mempunyai hardskill saja tanpa di dukung oleh softskillnya pasti tidak akan bekerja sepenuhnya untuk rakyat. Banyak juga pejabat yang debat tapi debatnya pun terkesan hanya untuk menunjukkan kepintaran mereka masing-masing tanpa ada tujuan mencari solusi dalam debat tersebut. Ada juga yang dalam debat tersebut mereka sampai mengotot tidak mau kalah atas informasi yang mereka bicarakan masing-masing. Hal tersebut tidak tercemin sekali adanya softskill yang mereka punya. Seharusnya sebagai pejabat berintelektual mereka harus bersikap sabar, santun, sopan dan tidak harus kalo mereka itu pintar. Seseorang yang memiliki softskill tinggi dapat kemungkinan mempunyai hardskill yang tinggi juga.
Kesimpulan, tingkati lah pengetahuan softkill dengan di barengi hardskill kita agar orang sekitar pun akan senang dengan apa kita miliki. Meskipun banyak orang yang sudah diberi ajaran kewarganegaraan, etika dan moral ada baiknya kita juga meningkatkan pengetahuan kita dalam berkomunikasi dan berinteraksi yang lebih praktis di dalam era global jaman sekarang ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar